Jika produk yang anda cari belum tersedia di website. Silahkan WhatsApp Admin pusatteknik.com
banner informasi pusat teknik
Return jika barang palsu
Bisa ambil di Toko atau kirim langsung
Brand Terbaik dengan harga termurah

+6281-3205-5816

order@pusatteknik.com

Menu Kategori

+628132055816

order@pusatteknik.com

Cara Menggunakan Mesin Las Inverter untuk Pemula hingga Profesional

Mesin las inverter kini menjadi pilihan utama bengkel las modern karena lebih ringan, lebih hemat listrik, dan menghasilkan busur yang lebih stabil dibanding mesin las trafo konvensional. Dengan bobot yang bisa seringan 3–5 kg, mesin las inverter mudah dipindah dan cocok untuk penggunaan di lapangan maupun bengkel tetap.

Panduan ini membahas cara menggunakan mesin las inverter secara lengkap mulai dari mengenal bagian-bagiannya, memilih elektroda, mengatur ampere, teknik mengelas yang benar, hingga mengatasi masalah umum saat pengelasan.

Mengenal Bagian-Bagian Mesin Las Inverter

Sebelum mulai mengelas, kenali dulu komponen utama mesin las inverter:

Panel kontrol tombol atau dial untuk mengatur ampere output. Sebagian besar mesin inverter modern dilengkapi display digital untuk pembacaan ampere yang akurat.

Terminal positif (+) dan negatif (−) dua terminal output untuk menyambung kabel las. Polaritas pemasangan kabel menentukan karakteristik busur dan penetrasi las.

Kabel las (welding cable) kabel berpenampang besar yang menghubungkan mesin ke stang las (electrode holder) dan tang massa (ground clamp).

Stang las (electrode holder) penjepit elektroda yang mengalirkan arus ke elektroda. Pastikan kondisinya baik penjepit yang longgar menyebabkan elektroda panas berlebih dan busur tidak stabil.

Tang massa (ground clamp) klem yang dipasang ke benda kerja untuk melengkapi sirkuit listrik. Sambungkan sedekat mungkin ke titik pengelasan untuk meminimalkan resistansi.

Tombol power dan indikator pastikan ventilasi mesin tidak terhalang. Mesin las inverter dilengkapi proteksi termal otomatis yang akan mematikan output jika mesin terlalu panas.

Jenis Pengelasan dengan Mesin Las Inverter

Mesin las inverter mendukung beberapa proses pengelasan tergantung fitur yang tersedia:

Las SMAW (Shielded Metal Arc Welding) Las Elektroda / Stick

Ini adalah proses pengelasan yang paling umum dan paling mudah dipelajari. Elektroda terbungkus flux dijepit di stang las, busur listrik melelehkan elektroda dan logam dasar membentuk lasan. Flux pada elektroda terbakar membentuk gas pelindung dan terak yang melindungi lasan dari oksidasi.

Mesin inverter yang mendukung SMAW adalah tipe paling umum dan paling terjangkau cocok untuk konstruksi, fabrikasi besi, dan perbaikan umum.

Las TIG (Tungsten Inert Gas) / GTAW

Menggunakan elektroda tungsten tidak habis dan gas argon sebagai pelindung. Menghasilkan lasan yang sangat bersih dan presisi, cocok untuk baja tahan karat (stainless steel), aluminium, dan logam tipis. Membutuhkan keahlian lebih tinggi dari SMAW karena tangan kiri memegang filler rod sementara tangan kanan memegang torch.

Berbeda dengan las gas atau cara menggunakan cutting torch yang menggunakan nyala oksigen-asetilin untuk memotong logam, las TIG dan SMAW menggunakan energi listrik sebagai sumber panas.

Persiapan Sebelum Mengelas

Pilih Elektroda yang Tepat

Pemilihan elektroda menentukan kualitas hasil lasan dan kemudahan pengerjaan. Elektroda untuk las SMAW ditandai dengan kode standar AWS:

Kode ElektrodaKekuatan TarikKegunaan Utama
E601360.000 psiPaling umum — baja lunak, pemula, segala posisi
E701670.000 psiBaja karbon sedang, konstruksi ringan
E701870.000 psiKonstruksi berat, baja karbon tinggi, low hydrogen
E601060.000 psiPipa, posisi vertikal dan overhead, DC+
E308-16Baja tahan karat (stainless steel)

Untuk pemula, mulailah dengan E6013 busurnya mudah dinyalakan, percikan minimal, dan terak mudah diangkat.

Atur Ampere Sesuai Ketebalan Material

Ampere yang terlalu rendah menyebabkan elektroda sering lengket dan penetrasi kurang. Ampere terlalu tinggi menghasilkan percikan berlebih dan material terlubang. Gunakan panduan dasar ini:

Diameter ElektrodaKetebalan MaterialAmpere
2,0 mm1–2 mm40–60 A
2,6 mm2–4 mm60–90 A
3,2 mm4–8 mm90–130 A
4,0 mm8–16 mm130–180 A
5,0 mm>16 mm180–250 A

Selalu mulai dari ampere tengah rentang, lalu sesuaikan berdasarkan hasil. Jika terak sulit diangkat dan lasan cekung, naikkan ampere. Jika banyak percikan dan material terlubang, turunkan ampere.

Persiapkan Material Kerja

Hasil lasan yang buruk sering disebabkan bukan oleh teknik tapi oleh material yang tidak bersih. Sebelum mengelas:

  • Bersihkan karat dengan sikat kawat atau gerinda
  • Hilangkan cat, minyak, dan gemuk di area las dengan thinner atau aseton
  • Pastikan kedua bagian yang dilas sudah rata dan presisi gap yang tidak merata menghasilkan lasan yang tidak konsisten
  • Pasang tang massa sedekat mungkin ke titik las

Cara Mengelas Step by Step

Langkah 1 Sambung kabel dan atur polaritas

Untuk elektroda E6013 dan E7018, gunakan polaritas DCEP (Direct Current Electrode Positive): kabel stang las ke terminal positif (+), kabel massa ke terminal negatif (−). Polaritas ini menghasilkan penetrasi lebih dalam dan busur lebih stabil.

Langkah 2 Jepit elektroda dan pasang massa

Jepit elektroda di stang las dengan sudut 90° terhadap penjepit. Pasang tang massa ke benda kerja atau meja las logam bukan ke badan mesin atau kabel.

Langkah 3 Nyalakan busur

Ada dua teknik menyalakan busur:

  • Scratch start gesek ujung elektroda ke material seperti menyalakan korek api, lalu angkat sedikit begitu busur menyala
  • Tap start ketuk ujung elektroda tegak lurus ke material, lalu angkat segera setelah busur terbentuk

Jaga jarak busur (arc length) setara dengan diameter elektroda yang digunakan. Jarak terlalu jauh menghasilkan busur tidak stabil dan percikan banyak. Jarak terlalu dekat menyebabkan elektroda lengket ke material.

Langkah 4 Gerakkan elektroda

Pegang stang las dengan sudut 70–80° terhadap permukaan material (condong ke arah jalan), dan 90° ke arah samping (tegak lurus terhadap lebar jalur las).

Kecepatan gerak menentukan lebar dan tinggi manik las. Terlalu lambat = manik terlalu lebar dan tinggi, risiko bakar tembus. Terlalu cepat = manik sempit dan tipis, penetrasi kurang.

Untuk lasan lebar, gunakan gerakan weaving (ayunan):

  • Weave lurus gerak zig-zag kecil untuk lasan yang lebih lebar dari satu pass
  • C-weave gerakan huruf C untuk pengisian celah dan lasan fillet
  • Circular gerakan melingkar untuk posisi overhead

Langkah 5 Bersihkan terak

Setelah selesai satu pass, biarkan lasan mendingin sebentar, lalu angkat terak dengan palu las (chipping hammer) dan bersihkan dengan sikat kawat. Jangan siram air untuk mempercepat pendinginan pendinginan mendadak bisa menyebabkan retak.

Teknik Las Berdasarkan Posisi

Posisi datar (1G/1F) posisi paling mudah, material horizontal di bawah. Gravitasi membantu aliran logam cair ke dalam sambungan.

Posisi horizontal (2G/2F) las pada dinding vertikal, jalur las horizontal. Naikkan ampere 5–10% dari posisi datar, miringkan elektroda sedikit ke atas untuk melawan gravitasi.

Posisi vertikal (3G/3F) las dari bawah ke atas (uphill) atau atas ke bawah (downhill). Uphill menghasilkan penetrasi lebih baik, downhill lebih cepat. Kurangi ampere 10–15% dari posisi datar.

Posisi overhead (4G/4F) las di atas kepala, posisi tersulit. Kurangi ampere 10–15%, gunakan elektroda berdiameter lebih kecil, dan gunakan weave pendek-pendek untuk mencegah logam cair jatuh.

Masalah Umum dan Cara Mengatasinya

Elektroda sering lengket ke material Ampere terlalu rendah atau jarak busur terlalu dekat. Naikkan ampere 10–15 A, atau perpanjang sedikit jarak busur. Jika elektroda lengket, segera matikan mesin sebelum melepasnya untuk menghindari percikan.

Hasil lasan berlubang (porosity) Disebabkan kontaminasi karat, cat, minyak, atau elektroda lembab. Bersihkan material lebih teliti, keringkan elektroda di oven atau sinar matahari 30–60 menit sebelum digunakan.

Banyak percikan (spatter) Ampere terlalu tinggi, jarak busur terlalu jauh, atau polaritas salah. Kurangi ampere, perdekat jarak busur, dan periksa koneksi polaritas.

Lasan retak setelah dingin Kemungkinan material mengandung karbon tinggi dan perlu dipanaskan dulu (preheating) sebelum dilas. Gunakan elektroda low hydrogen (E7018) dan panaskan material ke 100–200°C sebelum mengelas.

Busur tidak mau menyala Periksa koneksi kabel pastikan semua sambungan kencang. Periksa apakah mesin dalam mode proteksi termal biarkan dingin 5–10 menit. Cek kondisi stang las dan tang massa.

Keselamatan Kerja Las Inverter

Keselamatan saat mengelas tidak bisa dikompromikan. Paparan busur las menghasilkan radiasi UV dan inframerah yang berbahaya bagi mata dan kulit.

Alat pelindung diri wajib:

  • Helm las dengan lensa shade 9–13 (sesuai ampere) shade 10 untuk ampere 60–160 A, shade 11–12 untuk di atas 160 A
  • Sarung tangan kulit tahan panas jangan gunakan sarung tangan karet atau nilon
  • Apron atau jaket las dari bahan kulit atau denim tebal
  • Sepatu keselamatan tertutup penuh, tidak berlubang
  • Respirator jika mengelas baja galvanis, stainless, atau material berlapis asap las logam berbahaya jika terhirup

Kondisi lingkungan:

  • Pastikan area las berventilasi baik asap las mengandung partikel logam berbahaya
  • Jauhkan bahan mudah terbakar dari area las minimal 3 meter
  • Siapkan alat pemadam api di dekat area kerja
  • Jangan mengelas di dekat tabung gas bertekanan termasuk tabung argon yang digunakan untuk las TIG. Untuk keselamatan penggunaan gas di area las, pasang flashback arrestor pada selang gas jika area las juga menggunakan peralatan las gas

Beli Mesin Las Inverter di Pusat Teknik

Pusat Teknik menyediakan jual mesin las inverter dari berbagai brand terpercaya untuk kebutuhan bengkel, konstruksi, dan industri lengkap dengan elektroda, kabel las, dan aksesoris pengelasan. Tim teknis kami siap membantu memilih spesifikasi mesin las yang tepat sesuai kebutuhan material dan kapasitas daya listrik yang tersedia. Konsultasi gratis, tanpa komitmen.

HUBUNGI KAMI

FAQ — Cara Menggunakan Mesin Las Inverter

Berapa ampere yang dibutuhkan untuk mengelas besi 3mm?

Untuk ketebalan material 3mm, gunakan elektroda 2,6mm atau 3,2mm dengan ampere 70–110 A. Mulai dari angka tengah (90 A), lalu sesuaikan. Jika manik las terlalu tinggi dan sempit, naikkan ampere. Jika banyak percikan atau material mulai terlubang, turunkan ampere.

Apakah mesin las inverter bisa digunakan dengan listrik rumah 900 watt?

Tergantung spesifikasi mesin. Mesin las inverter 900 watt umumnya membutuhkan daya input 2.000–4.000 watt saat beroperasi pada ampere penuh, sehingga tidak cocok untuk listrik 900 watt. Pilih mesin las inverter yang memiliki duty cycle rendah dan ampere maksimum di bawah 90 A jika daya listrik terbatas, atau upgrade daya listrik terlebih dahulu.

Apa perbedaan mesin las inverter dengan mesin las trafo?

Mesin las inverter menggunakan teknologi switching frekuensi tinggi sehingga lebih ringan (3–8 kg vs 20–50 kg untuk trafo), lebih hemat listrik (efisiensi 85–90% vs 60–70% trafo), dan menghasilkan busur yang lebih stabil. Kekurangannya, mesin inverter lebih sensitif terhadap fluktuasi tegangan dan memerlukan perawatan elektronik yang lebih cermat.

Mengapa hasil lasan berlubang-lubang meski teknik sudah benar?

Lubang-lubang kecil pada lasan (porosity) hampir selalu disebabkan kontaminasi: karat, cat, minyak, atau elektroda yang lembab. Bersihkan material lebih teliti dengan gerinda atau sikat kawat, gunakan thinner untuk menghilangkan minyak, dan keringkan elektroda sebelum digunakan. Elektroda E6013 dan E7018 yang sudah lama terbuka perlu dikeringkan di oven 150–200°C selama 1–2 jam sebelum dipakai.

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked

Related Articles