Jika produk yang anda cari belum tersedia di website. Silahkan WhatsApp Admin pusatteknik.com
banner informasi pusat teknik
Return jika barang palsu
Bisa ambil di Toko atau kirim langsung
Brand Terbaik dengan harga termurah

+6281-3205-5816

order@pusatteknik.com

Menu Kategori

+628132055816

order@pusatteknik.com

Mesin Las Argon TIG: Cara Kerja, Jenis, dan Panduan Memilih yang Tepat

Mesin las argon TIG (Tungsten Inert Gas) adalah alat las yang menggunakan elektroda tungsten tidak habis pakai dan gas argon sebagai pelindung busur dari kontaminasi udara. Hasilnya adalah sambungan las yang sangat bersih, rapi, dan kuat jauh lebih halus dibandingkan las MMA (stick) atau MIG. Di industri, las TIG digunakan untuk pengelasan stainless steel, aluminium, titanium, dan logam tipis yang menuntut presisi tinggi.

Artikel ini membahas cara kerja mesin las TIG, jenis-jenisnya, panduan memilih mesin yang tepat, dan tips penggunaan aman untuk pemula maupun profesional.

Cara Kerja Mesin Las Argon TIG

Prinsip kerja las TIG berbeda dari las MMA atau MIG. Busur listrik terbentuk antara elektroda tungsten (yang tidak ikut meleleh) dan material kerja. Gas argon dialirkan dari nozel torch menyelimuti area pengelasan, mencegah oksidasi dan kontaminasi dari udara.

Filler metal (kawat las) diumpankan secara manual oleh tangan yang tidak memegang torch. Ini membutuhkan koordinasi dua tangan sekaligus, sehingga las TIG memiliki kurva belajar lebih tinggi dibandingkan las lainnya namun menghasilkan kualitas las tertinggi.

Komponen utama sistem las TIG:

  • Power supply TIG: sumber daya dengan output AC, DC, atau AC/DC tergantung material yang dilas
  • Torch TIG: pegangan berisi elektroda tungsten dan saluran gas argon
  • Regulator gas argon: mengatur tekanan dan debit aliran gas pelindung
  • Foot pedal (opsional): mengatur ampere secara real-time saat mengelas, memudahkan kontrol penetrasi

Perbedaan Las TIG AC dan DC

Pilihan arus sangat menentukan material apa yang bisa dilas:

Arus Kegunaan Karakteristik
DC (Direct Current) Baja karbon, stainless steel, titanium, tembaga Penetrasi dalam, busur stabil, elektroda tungsten lebih awet
AC (Alternating Current) Aluminium dan magnesium Cleaning action menghancurkan lapisan oksida aluminium wajib untuk pengelasan aluminium
AC/DC (Kombinasi) Semua material di atas Fleksibilitas tertinggi mesin satu untuk semua kebutuhan

Untuk bengkel yang mengerjakan berbagai material, pilih mesin TIG AC/DC seperti MORRIS TIG-220 AC/DC atau MORRIS TIG-315 AC/DC agar tidak perlu mesin terpisah.

Jenis Mesin Las TIG

1. Mesin Las TIG DC

Paling umum di bengkel fabrikasi stainless steel dan industri migas. Cocok untuk pengelasan pipa stainless, heat exchanger, tangki kimia, dan komponen presisi. Harga lebih terjangkau dibandingkan mesin AC/DC.

2. Mesin Las TIG AC/DC

Mesin paling fleksibel bisa las stainless dengan DC, bisa las aluminium dengan AC. Pilihan utama untuk bengkel aluminium, bengkel kapal, dan workshop fabrikasi yang mengerjakan berbagai jenis logam.

3. Mesin Las TIG Inverter

Generasi terbaru dengan teknologi inverter yang membuat mesin lebih ringan, lebih hemat listrik, dan start busur lebih halus. RILAND-PRO TIG-200S dan TIG-200CT adalah contoh mesin TIG inverter yang populer di Indonesia. Teknologi inverter ini juga digunakan pada mesin las inverter seri MMA, sehingga prinsip pemilihan ampere dan duty cycle-nya serupa.

Cara Memilih Mesin Las Argon TIG

1. Tentukan Material yang Akan Dilas

Ini penentu utama jenis mesin yang dibutuhkan:

  • Stainless steel, baja karbon, titanium: cukup TIG DC
  • Aluminium atau magnesium: wajib TIG AC atau AC/DC
  • Kombinasi keduanya: pilih TIG AC/DC

2. Sesuaikan Kapasitas Ampere dengan Ketebalan Material

Panduan umum: butuhkan sekitar 1 ampere per 0,025 mm (1 thou) ketebalan material untuk baja karbon dan stainless. Untuk aluminium, butuh ampere lebih tinggi karena konduktivitas termal aluminium lebih besar.

Ketebalan Material Ampere yang Dibutuhkan Rekomendasi Mesin
0,5 – 2 mm (sheet tipis) 20 – 80 A TIG-160, TIG-200
2 – 6 mm 80 – 160 A TIG-200, TIG-220
6 – 12 mm 160 – 250 A TIG-220 AC/DC, TIG-200S
Di atas 12 mm 250 – 315 A TIG-315 AC/DC

3. Perhatikan Duty Cycle

Las TIG umumnya membutuhkan waktu pengelasan lebih panjang per sambungan dibandingkan las MMA. Pilih mesin dengan duty cycle minimal 60% untuk penggunaan bengkel reguler, dan 80-100% untuk produksi atau proyek berkelanjutan.

4. Cek Fitur Pendukung

Fitur yang mempermudah pengerjaan dan meningkatkan kualitas las TIG:

  • HF (High Frequency) start: memulai busur tanpa menyentuh elektroda ke material menjaga elektroda tetap tajam dan mencegah kontaminasi tungsten pada lasan
  • Pre-flow dan post-flow gas: aliran gas sebelum dan sesudah busur untuk melindungi elektroda dan lasan dari oksidasi
  • Pulse TIG: menghasilkan busur berpulsa untuk kontrol panas yang lebih baik ideal untuk material tipis dan aluminium
  • Foot pedal input: port untuk menghubungkan foot pedal agar ampere bisa diatur dinamis saat mengelas

5. Pilih Merek dengan Dukungan Konsumabel Lokal

Elektroda tungsten, cup keramik/gas lens, dan back cap adalah konsumabel yang perlu diganti. Pastikan tersedia di Indonesia agar operasional tidak terganggu. MORRIS dan RILAND-PRO memiliki jaringan distribusi luas sehingga konsumabel mudah ditemukan.

Cara Menggunakan Mesin Las TIG

Persiapan

  1. Pasang elektroda tungsten: pilih diameter sesuai ampere yang akan digunakan. Asah ujung elektroda berbentuk kerucut untuk DC; biarkan bulat untuk AC (pengelasan aluminium).
  2. Atur debit gas argon: 8-15 liter per menit untuk kebanyakan aplikasi. Gas yang kurang menyebabkan lasan berpori; gas berlebihan memboroskan dan bisa mengganggu busur.
  3. Bersihkan material: las TIG sangat sensitif terhadap kontaminasi. Bersihkan permukaan dengan aseton sebelum mengelas, terutama untuk aluminium dan stainless.
  4. Gunakan APD lengkap: helm auto-darkening shade 9–13, sarung tangan kulit tipis agar sensitivitas tangan tetap terjaga, dan jaket las.

Teknik Pengelasan Dasar

  1. Pegang torch dengan sudut 70–80 derajat terhadap material, condong ke arah gerak las.
  2. Pegang kawat filler dengan tangan lain di sudut 15–20 derajat terhadap material, dari sisi berlawanan torch.
  3. Nyalakan busur dengan HF start jangan sentuhkan elektroda ke material.
  4. Bentuk kolam las (weld pool) terlebih dahulu, lalu masukkan kawat filler ke tepi depan kolam secara konsisten.
  5. Gerakkan torch dan masukkan filler dengan ritme steady: maju isi maju isi.
  6. Setelah selesai, aktifkan post-flow gas beberapa detik sebelum melepas torch dari area lasan.

Las TIG vs Metode Las Lain

Las TIG menghasilkan kualitas terbaik, tetapi bukan untuk semua situasi. Untuk pengelasan konstruksi baja tebal atau pekerjaan di lapangan, mesin las inverter MMA lebih praktis dan produktif. Sedangkan untuk pengelasan cepat pada baja tipis berseri, MIG lebih efisien.

Metode Kualitas Las Kecepatan Cocok untuk
TIG (Argon) Tertinggi — sangat bersih Lambat Stainless, aluminium, material tipis, presisi tinggi
MMA (Stick) Cukup baik Sedang Baja konstruksi, lapangan, posisi sulit
MIG/MAG Baik Cepat Produksi baja tipis-menengah, fabrikasi massal
Plasma Cutter N/A — untuk potong Sangat cepat Pemotongan logam, bukan pengelasan

Rekomendasi Mesin Las TIG di Pusat Teknik

Pusat Teknik menyediakan mesin las TIG dari MORRIS dan RILAND-PRO mulai dari TIG-160 untuk bengkel ringan hingga TIG-315 AC/DC untuk kebutuhan industri aluminium. Semua produk bergaransi resmi dan tersedia stok.

Lihat pilihan lengkap jual mesin las argon TIG kami, atau hubungi tim kami untuk rekomendasi mesin sesuai material dan kapasitas bengkel Anda.

FAQ Mesin Las Argon TIG

Apa itu mesin las argon TIG dan apa bedanya dengan las biasa?

Mesin las TIG menggunakan elektroda tungsten tidak habis pakai dan gas argon sebagai pelindung busur. Hasilnya jauh lebih bersih dan rapi dibandingkan las MMA (stick) karena tidak ada terak dan area las terlindungi dari oksidasi. Las TIG cocok untuk stainless steel, aluminium, dan material tipis yang menuntut kualitas tinggi.

Apakah mesin las TIG DC bisa untuk las aluminium?

Tidak. Las aluminium membutuhkan arus AC karena AC menghasilkan cleaning action yang menghancurkan lapisan oksida aluminium. Mesin TIG DC hanya cocok untuk baja karbon, stainless steel, dan titanium. Untuk aluminium, gunakan mesin TIG AC atau TIG AC/DC.

Berapa debit gas argon yang ideal untuk las TIG?

Umumnya 8–15 liter per menit sudah cukup untuk kebanyakan aplikasi las TIG. Debit terlalu rendah menyebabkan lasan berpori dan mudah teroksidasi. Debit terlalu tinggi memboroskan gas dan bisa mengganggu stabilitas busur. Sesuaikan dengan diameter cup dan kondisi di sekitar area las.

Apa itu HF start pada mesin las TIG?

HF (High Frequency) start adalah fitur yang memungkinkan busur TIG menyala tanpa elektroda menyentuh material kerja. Ini menjaga ujung elektroda tungsten tetap bersih dan tajam, serta mencegah kontaminasi tungsten pada logam las penting untuk kualitas lasan yang konsisten.

Mesin las TIG berapa ampere yang cocok untuk las pipa stainless 3 mm?

Untuk stainless 3 mm, ampere yang dibutuhkan sekitar 80-120 A. Mesin TIG-160 atau TIG-200 sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan ini. Pilih mesin dengan HF start dan post-flow gas untuk hasil las yang bersih dan bebas oksidasi.

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked

Related Articles