order@pusatteknik.com
Mesin las argon TIG (Tungsten Inert Gas) adalah alat las yang menggunakan elektroda tungsten tidak habis pakai dan gas argon sebagai pelindung busur dari kontaminasi udara. Hasilnya adalah sambungan las yang sangat bersih, rapi, dan kuat jauh lebih halus dibandingkan las MMA (stick) atau MIG. Di industri, las TIG digunakan untuk pengelasan stainless steel, aluminium, titanium, dan logam tipis yang menuntut presisi tinggi.
Artikel ini membahas cara kerja mesin las TIG, jenis-jenisnya, panduan memilih mesin yang tepat, dan tips penggunaan aman untuk pemula maupun profesional.
Prinsip kerja las TIG berbeda dari las MMA atau MIG. Busur listrik terbentuk antara elektroda tungsten (yang tidak ikut meleleh) dan material kerja. Gas argon dialirkan dari nozel torch menyelimuti area pengelasan, mencegah oksidasi dan kontaminasi dari udara.
Filler metal (kawat las) diumpankan secara manual oleh tangan yang tidak memegang torch. Ini membutuhkan koordinasi dua tangan sekaligus, sehingga las TIG memiliki kurva belajar lebih tinggi dibandingkan las lainnya namun menghasilkan kualitas las tertinggi.
Komponen utama sistem las TIG:
Pilihan arus sangat menentukan material apa yang bisa dilas:
| Arus | Kegunaan | Karakteristik |
|---|---|---|
| DC (Direct Current) | Baja karbon, stainless steel, titanium, tembaga | Penetrasi dalam, busur stabil, elektroda tungsten lebih awet |
| AC (Alternating Current) | Aluminium dan magnesium | Cleaning action menghancurkan lapisan oksida aluminium wajib untuk pengelasan aluminium |
| AC/DC (Kombinasi) | Semua material di atas | Fleksibilitas tertinggi mesin satu untuk semua kebutuhan |
Untuk bengkel yang mengerjakan berbagai material, pilih mesin TIG AC/DC seperti MORRIS TIG-220 AC/DC atau MORRIS TIG-315 AC/DC agar tidak perlu mesin terpisah.
Paling umum di bengkel fabrikasi stainless steel dan industri migas. Cocok untuk pengelasan pipa stainless, heat exchanger, tangki kimia, dan komponen presisi. Harga lebih terjangkau dibandingkan mesin AC/DC.
Mesin paling fleksibel bisa las stainless dengan DC, bisa las aluminium dengan AC. Pilihan utama untuk bengkel aluminium, bengkel kapal, dan workshop fabrikasi yang mengerjakan berbagai jenis logam.
Generasi terbaru dengan teknologi inverter yang membuat mesin lebih ringan, lebih hemat listrik, dan start busur lebih halus. RILAND-PRO TIG-200S dan TIG-200CT adalah contoh mesin TIG inverter yang populer di Indonesia. Teknologi inverter ini juga digunakan pada mesin las inverter seri MMA, sehingga prinsip pemilihan ampere dan duty cycle-nya serupa.
Ini penentu utama jenis mesin yang dibutuhkan:
Panduan umum: butuhkan sekitar 1 ampere per 0,025 mm (1 thou) ketebalan material untuk baja karbon dan stainless. Untuk aluminium, butuh ampere lebih tinggi karena konduktivitas termal aluminium lebih besar.
| Ketebalan Material | Ampere yang Dibutuhkan | Rekomendasi Mesin |
|---|---|---|
| 0,5 – 2 mm (sheet tipis) | 20 – 80 A | TIG-160, TIG-200 |
| 2 – 6 mm | 80 – 160 A | TIG-200, TIG-220 |
| 6 – 12 mm | 160 – 250 A | TIG-220 AC/DC, TIG-200S |
| Di atas 12 mm | 250 – 315 A | TIG-315 AC/DC |
Las TIG umumnya membutuhkan waktu pengelasan lebih panjang per sambungan dibandingkan las MMA. Pilih mesin dengan duty cycle minimal 60% untuk penggunaan bengkel reguler, dan 80-100% untuk produksi atau proyek berkelanjutan.
Fitur yang mempermudah pengerjaan dan meningkatkan kualitas las TIG:
Elektroda tungsten, cup keramik/gas lens, dan back cap adalah konsumabel yang perlu diganti. Pastikan tersedia di Indonesia agar operasional tidak terganggu. MORRIS dan RILAND-PRO memiliki jaringan distribusi luas sehingga konsumabel mudah ditemukan.
Las TIG menghasilkan kualitas terbaik, tetapi bukan untuk semua situasi. Untuk pengelasan konstruksi baja tebal atau pekerjaan di lapangan, mesin las inverter MMA lebih praktis dan produktif. Sedangkan untuk pengelasan cepat pada baja tipis berseri, MIG lebih efisien.
| Metode | Kualitas Las | Kecepatan | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| TIG (Argon) | Tertinggi — sangat bersih | Lambat | Stainless, aluminium, material tipis, presisi tinggi |
| MMA (Stick) | Cukup baik | Sedang | Baja konstruksi, lapangan, posisi sulit |
| MIG/MAG | Baik | Cepat | Produksi baja tipis-menengah, fabrikasi massal |
| Plasma Cutter | N/A — untuk potong | Sangat cepat | Pemotongan logam, bukan pengelasan |
Pusat Teknik menyediakan mesin las TIG dari MORRIS dan RILAND-PRO mulai dari TIG-160 untuk bengkel ringan hingga TIG-315 AC/DC untuk kebutuhan industri aluminium. Semua produk bergaransi resmi dan tersedia stok.
Lihat pilihan lengkap jual mesin las argon TIG kami, atau hubungi tim kami untuk rekomendasi mesin sesuai material dan kapasitas bengkel Anda.
Mesin las TIG menggunakan elektroda tungsten tidak habis pakai dan gas argon sebagai pelindung busur. Hasilnya jauh lebih bersih dan rapi dibandingkan las MMA (stick) karena tidak ada terak dan area las terlindungi dari oksidasi. Las TIG cocok untuk stainless steel, aluminium, dan material tipis yang menuntut kualitas tinggi.
Tidak. Las aluminium membutuhkan arus AC karena AC menghasilkan cleaning action yang menghancurkan lapisan oksida aluminium. Mesin TIG DC hanya cocok untuk baja karbon, stainless steel, dan titanium. Untuk aluminium, gunakan mesin TIG AC atau TIG AC/DC.
Umumnya 8–15 liter per menit sudah cukup untuk kebanyakan aplikasi las TIG. Debit terlalu rendah menyebabkan lasan berpori dan mudah teroksidasi. Debit terlalu tinggi memboroskan gas dan bisa mengganggu stabilitas busur. Sesuaikan dengan diameter cup dan kondisi di sekitar area las.
HF (High Frequency) start adalah fitur yang memungkinkan busur TIG menyala tanpa elektroda menyentuh material kerja. Ini menjaga ujung elektroda tungsten tetap bersih dan tajam, serta mencegah kontaminasi tungsten pada logam las penting untuk kualitas lasan yang konsisten.
Untuk stainless 3 mm, ampere yang dibutuhkan sekitar 80-120 A. Mesin TIG-160 atau TIG-200 sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan ini. Pilih mesin dengan HF start dan post-flow gas untuk hasil las yang bersih dan bebas oksidasi.