Jika produk yang anda cari belum tersedia di website. Silahkan WhatsApp Admin pusatteknik.com
banner informasi pusat teknik
Return jika barang palsu
Bisa ambil di Toko atau kirim langsung
Brand Terbaik dengan harga termurah

+6281-3205-5816

order@pusatteknik.com

Menu Kategori

+628132055816

order@pusatteknik.com

Kawat Las: Jenis, Fungsi, dan Cara Memilih yang Tepat

Banyak tukang las berpengalaman yang tahu cara mengoperasikan mesin las dengan baik, tapi masih sering salah memilih kawat las untuk pekerjaan yang dihadapi. Kawat las yang salah tidak hanya menghasilkan sambungan yang lemah dalam beberapa kasus bisa menyebabkan retak pada logam induk, korosi prematur, atau kegagalan sambungan di bawah beban yang seharusnya bisa ditahan.

Kawat las adalah bahan habis pakai yang berfungsi sebagai pengisi (filler) logam yang meleleh bersama logam induk untuk membentuk sambungan las. Pemilihan kawat las yang tepat ditentukan oleh jenis logam yang dilas, jenis mesin las yang digunakan, posisi pengelasan, dan kekuatan sambungan yang dibutuhkan.

Artikel ini membahas semua jenis kawat las yang umum digunakan di Indonesia, cara membaca kode pada kemasan, dan panduan praktis memilih yang tepat. Untuk referensi mesin las yang digunakan bersama kawat ini, baca juga panduan cara memilih mesin las inverter.

Jenis-Jenis Kawat Las

1. Elektroda Las SMAW (Stick Electrode)

Elektroda las batang adalah jenis kawat las yang paling umum di Indonesia digunakan bersama mesin las SMAW (Shielded Metal Arc Welding) atau yang dikenal dengan mesin las listrik biasa. Bentuknya berupa batang logam berlapis fluks dengan panjang sekitar 350mm.

Cara kerja: Arus listrik mengalir dari mesin las melalui elektroda ke logam induk, menciptakan busur listrik yang menghasilkan panas sangat tinggi. Panas ini melelehkan ujung elektroda dan logam induk secara bersamaan, sementara lapisan fluks di luar elektroda terbakar menghasilkan gas pelindung yang mencegah oksidasi pada lasan basah.

Kode elektroda contoh E6013:

  • E = elektroda (electrode)
  • 60 = kekuatan tarik minimum 60.000 psi (420 MPa)
  • 1 = bisa digunakan di semua posisi (datar, vertikal, horizontal, overhead)
  • 3 = jenis fluks dan arus yang digunakan (rutile, AC/DC)

Elektroda yang paling umum di Indonesia:

  • E6013 – serbaguna, mudah digunakan, cocok untuk pemula dan pekerjaan umum pada baja lunak. Fluks rutile menghasilkan busur yang halus dan terak yang mudah dilepas.
  • E7016 – kekuatan lebih tinggi dari E6013, fluks rendah hidrogen. Digunakan untuk konstruksi struktural, pipa, dan aplikasi yang membutuhkan kekuatan sambungan tinggi.
  • E7018 – elektroda premium dengan fluks low hydrogen iron powder. Menghasilkan sambungan berkualitas tinggi dengan ketangguhan (toughness) sangat baik. Wajib untuk pengelasan struktural kritis.
  • E308L – untuk stainless steel 304/308. Digit pertama menunjukkan komposisi logam isi.

2. Kawat Las MIG/MAG (Wire Electrode)

Las MIG (Metal Inert Gas) dan MAG (Metal Active Gas) menggunakan kawat las berbentuk gulungan (spool) yang diumpankan secara otomatis oleh mesin. Proses ini jauh lebih cepat dari SMAW dan menghasilkan sambungan yang lebih bersih karena tidak ada terak yang perlu dibersihkan.

Perbedaan MIG dan MAG:

  • MIG menggunakan gas pelindung inert (argon murni atau campuran argon-helium) untuk aluminium dan logam non-ferro
  • MAG menggunakan gas aktif (CO2 atau campuran argon-CO2) — untuk baja karbon dan baja paduan rendah

Kawat MIG/MAG yang umum:

  • ER70S-6 – kawat solid untuk baja karbon rendah hingga menengah. Paling umum untuk las MIG baja. Kandungan mangan dan silikon tinggi menghasilkan sambungan bersih meski permukaan logam sedikit kotor.
  • ER308L – kawat solid untuk stainless steel austenitik seri 300.
  • ER4043 – kawat aluminium untuk pengelasan paduan aluminium seri 4000 dan 6000.

3. Kawat Las TIG (Tungsten Inert Gas)

Las TIG menggunakan elektroda tungsten yang tidak habis terbakar untuk menciptakan busur, sementara kawat las (filler rod) ditambahkan secara manual oleh tangan las operator. Proses ini paling lambat di antara ketiganya tapi menghasilkan sambungan dengan kualitas estetika dan metalurgi tertinggi.

Kawat TIG (filler rod) yang umum:

  • ER70S-2 – untuk baja karbon, menghasilkan sambungan sangat bersih
  • ER308L – untuk stainless steel 304
  • ER316L – untuk stainless steel 316 yang tahan korosi lebih tinggi (untuk aplikasi laut dan kimia)
  • ER4043 / ER5356 – untuk aluminium, masing-masing dengan karakteristik aliran dan kekuatan berbeda

4. Kawat Las Flux-Cored (FCAW)

Kawat flux-cored berbentuk seperti kawat MIG tapi berlubang di tengahnya dan diisi fluks. Menggabungkan kecepatan las MIG dengan kemampuan las SMAW untuk bekerja di kondisi angin dan pada logam yang sedikit berkarat.

Digunakan untuk konstruksi berat, shipbuilding, dan pekerjaan lapangan di mana gas pelindung eksternal sulit digunakan.

Cara Membaca Ukuran Kawat Las

Diameter Elektroda

Diameter kawat las menentukan arus yang dibutuhkan dan ketebalan logam yang bisa dilas:

DiameterArus (Ampere)Ketebalan Logam
2,0 mm40–80 A1,5–3 mm
2,6 mm60–110 A2–5 mm
3,2 mm80–140 A3–8 mm
4,0 mm120–200 A6–15 mm
5,0 mm160–250 A10 mm ke atas

Aturan praktis: gunakan elektroda berdiameter sekitar 1/4 ketebalan logam yang dilas, dengan batas atas 4,0 mm untuk mesin las inverter rumahan.

Cara Memilih Kawat Las yang Tepat

Langkah 1 – Tentukan Jenis Logam

Ini keputusan pertama dan paling menentukan. Kawat las untuk baja karbon tidak bisa digunakan untuk stainless steel, dan kawat stainless tidak bisa untuk aluminium. Menggunakan kawat yang salah menghasilkan sambungan yang getas, tidak menyatu dengan baik, atau bahkan retak setelah beberapa waktu.

  • Baja karbon rendah (besi biasa, mild steel) E6013, E7016, ER70S-6
  • Baja tahan karat (stainless steel) E308L, ER308L, ER316L
  • Aluminium ER4043, ER5356
  • Besi cor (cast iron) elektroda khusus besi cor (Ni-Fe rod)

Langkah 2 – Sesuaikan dengan Jenis Mesin

Tidak semua kawat las kompatibel dengan semua mesin:

  • Mesin las listrik biasa (SMAW/stick) — gunakan elektroda batang
  • Mesin las MIG/MAG — gunakan kawat spool MIG
  • Mesin las TIG (argon) — gunakan filler rod TIG
  • Mesin las multifungsi — bisa menggunakan beberapa jenis sesuai mode yang digunakan

Langkah 3 — Perhatikan Posisi Pengelasan

Digit ketiga kode elektroda menunjukkan posisi yang bisa digunakan. Elektroda dengan kode posisi “1” bisa digunakan di semua posisi. Elektroda kode “2” hanya untuk posisi datar dan horizontal. Untuk pekerjaan di atas kepala (overhead) atau vertikal, pastikan elektroda yang dipilih mendukung posisi tersebut.

Langkah 4 — Pilih Ukuran Diameter yang Tepat

Gunakan tabel diameter di atas sebagai panduan. Untuk pemula, mulai dengan 2,6 mm atau 3,2 mm diameter kecil lebih mudah dikontrol. Diameter lebih besar membutuhkan arus lebih tinggi dan mesin las dengan kapasitas yang memadai.

Tips Penyimpanan Kawat Las

Elektroda las sangat sensitif terhadap kelembaban, terutama jenis low hydrogen (E7016, E7018). Elektroda yang lembab menghasilkan gelembung hidrogen dalam lasan yang menyebabkan porositas dan retak.

Simpan elektroda dalam kemasan aslinya yang tertutup rapat atau dalam oven elektroda (electrode oven) pada suhu 60–80°C. Elektroda low hydrogen yang sudah terbuka dan terpapar udara lebih dari beberapa jam perlu di-rebake (dipanaskan ulang) pada suhu 300–350°C selama 1 jam sebelum digunakan kembali.

Kesimpulan

Memilih kawat las yang tepat sama pentingnya dengan memiliki mesin las yang baik. Kawat las yang salah bisa merusak pekerjaan las yang secara teknik sudah dilakukan dengan benar.

Tiga hal utama yang menentukan pilihan kawat las adalah jenis logam yang dilas, jenis mesin yang digunakan, dan posisi pengelasan. Untuk pekerjaan umum pada baja karbon dengan mesin las listrik biasa, elektroda E6013 diameter 3,2 mm adalah titik awal yang tepat untuk sebagian besar situasi.

Investasi pada kawat las berkualitas dari merek terpercaya selalu lebih ekonomis dalam jangka panjang dibanding menghemat pada kawat murah yang menghasilkan ulangan kerja atau kegagalan sambungan. Baca juga panduan cara menggunakan mesin las inverter untuk memaksimalkan hasil pengelasan.

Jual Kawat Las di Pusat Teknik Jakarta

Pusat Teknik distributor dan supplier jual kawat las original di Jakarta. Tersedia elektroda las berbagai tipe dan ukuran, kawat MIG, dan kawat TIG dari brand terpercaya stok lengkap, bergaransi, pengiriman ke seluruh Indonesia.

HUBUNGI KAMI

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah kawat las bisa disimpan lama?

Kawat las solid (MIG/TIG) dalam kemasan tertutup bisa disimpan bertahun-tahun tanpa masalah. Elektroda batang tipe rutile (E6013) juga relatif tahan jika disimpan di tempat kering. Yang paling rentan adalah elektroda low hydrogen (E7016, E7018) jika terpapar kelembaban, harus di-rebake sebelum digunakan atau kualitas lasan akan menurun signifikan.

Apa bedanya kawat las E6013 dan E7016?

E6013 menggunakan fluks rutile, lebih mudah digunakan, busur lebih halus, dan cocok untuk pekerjaan umum. E7016 menggunakan fluks low hydrogen yang lebih sulit dikontrol tapi menghasilkan sambungan dengan kekuatan dan ketangguhan lebih tinggi. Untuk konstruksi struktural atau aplikasi kritis, E7016 atau E7018 lebih direkomendasikan daripada E6013.

Bisakah elektroda las digunakan setengah kemudian disimpan lagi?

Elektroda yang sudah digunakan setengah bisa disimpan dan digunakan kembali, dengan syarat disimpan dalam wadah kedap udara atau oven elektroda. Ujung elektroda yang sudah terkena panas tidak akan bermasalah yang perlu dijaga adalah lapisan fluks di bagian yang belum digunakan agar tidak menyerap kelembaban.

Berapa banyak kawat las yang dibutuhkan untuk satu proyek?

Konsumsi kawat las sangat bergantung pada ketebalan logam, panjang lasan, dan jumlah pass (lapisan). Sebagai panduan kasar: untuk baja 5mm dengan elektroda 3,2mm, dibutuhkan sekitar 0,1–0,15 kg elektroda per meter lasan. Untuk proyek besar, selalu beli lebih 20–30% dari perkiraan untuk mengakomodasi sisa batang dan variasi kondisi lapangan.

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked

Related Articles