Jika produk yang anda cari belum tersedia di website. Silahkan WhatsApp Admin pusatteknik.com
banner informasi pusat teknik
Return jika barang palsu
Bisa ambil di Toko atau kirim langsung
Brand Terbaik dengan harga termurah

+6281-3205-5816

order@pusatteknik.com

Menu Categories

+628132055816

order@pusatteknik.com

Cutting Torch: Cara Pakai, Jenis Nozzle, dan Tips Aman yang Wajib Diketahui

Cutting torch adalah salah satu alat potong besi paling efektif untuk pekerjaan konstruksi berat, fabrikasi logam, dan pembongkaran struktur baja. Dengan kombinasi gas oksigen dan acetylene, torch ini mampu memotong besi dan baja tebal dalam hitungan menit jauh lebih cepat dari gergaji besi manual maupun gerinda. Tapi di balik kemampuannya yang luar biasa, cutting torch juga menyimpan risiko serius jika dioperasikan tanpa pengetahuan yang benar.

Banyak kecelakaan kerja terjadi bukan karena alatnya rusak, tapi karena operator tidak memahami cara setting tekanan gas yang tepat, salah memilih ukuran nozzle, atau melewatkan prosedur keselamatan dasar. Flashback kondisi di mana nyala api masuk ke dalam selang gas adalah salah satu bahaya paling mematikan yang bisa dicegah hanya dengan langkah pengoperasian yang benar.

Panduan ini membahas cara menggunakan cutting torch langkah demi langkah, mulai dari persiapan peralatan, setting regulator, pemilihan nozzle, teknik pemotongan, hingga prosedur shutdown yang aman. Untuk cutting torch, regulator, nozzle, dan perlengkapan jual alat las lainnya, Pusat Teknik menyediakan stok lengkap dari brand terpercaya.

Apa Itu Cutting Torch dan Bagaimana Cara Kerjanya

Cutting torch atau blender potong adalah alat pemotong logam yang bekerja dengan prinsip oxy-fuel combustion pembakaran logam menggunakan panas dari nyala gas campuran oksigen dan bahan bakar (umumnya acetylene), lalu logam yang sudah memerah ditiup dengan jet oksigen bertekanan tinggi hingga terpotong.

Berbeda dari las yang menyambung logam, cutting torch justru memotong dengan cara mengoksidasi (membakar) logam secara cepat dan terkontrol. Prosesnya:

  1. Nyala pemanasan (preheat flame) memanaskan permukaan logam hingga warna merah keputihan (~870°C)
  2. Tuas oksigen cutting ditekan semburan oksigen murni bertekanan tinggi membakar logam yang sudah panas
  3. Terak dan logam cair tertiup keluar, menghasilkan jalur potongan (kerf)

Prinsip ini membuat cutting torch sangat efektif untuk alat potong besi dan baja karbon, tapi tidak bekerja pada aluminium, baja stainless, atau tembaga karena material tersebut tidak teroksidasi dengan cara yang sama.

Bagian-Bagian Cutting Torch yang Wajib Dikenal

Sebelum mengoperasikan, kenali dulu komponen utama cutting torch oxy acetylene:

KomponenFungsi
Stang torch (handle)Pegangan utama, tempat katup oksigen dan bahan bakar
Mixing chamberRuang pencampuran gas oksigen + acetylene sebelum terbakar
Cutting nozzle / tipUjung torch, menentukan ukuran nyala dan kemampuan potong
Preheat holesLubang kecil di sekeliling nozzle untuk nyala pemanasan
Cutting oxygen orificeLubang tengah nozzle untuk jet oksigen cutting
Tuas cutting oxygenTuas/lever untuk membuka aliran oksigen cutting
Regulator oksigenMengatur tekanan oksigen dari tabung ke torch
Regulator acetyleneMengatur tekanan acetylene dari tabung ke torch
Flashback arrestorKatup pengaman mencegah api masuk ke selang

Catatan penting: Flashback arrestor wajib terpasang di kedua selang (oksigen dan acetylene). Ini bukan aksesori opsional ini perangkat keselamatan wajib.

Jenis dan Ukuran Nozzle Cutting Torch

Pemilihan nozzle yang tepat adalah kunci hasil potongan yang bersih dan efisien. Ukuran nozzle ditentukan oleh ketebalan material yang dipotong:

Nomor NozzleKetebalan MaterialTekanan O₂ (bar)Tekanan C₂H₂ (bar)
No. 13 – 12 mm2,0 – 3,00,3 – 0,5
No. 212 – 25 mm3,0 – 4,00,3 – 0,5
No. 325 – 50 mm4,0 – 5,50,4 – 0,6
No. 450 – 100 mm5,5 – 7,00,4 – 0,6
No. 5100 – 150 mm7,0 – 9,00,5 – 0,7

Fungsi memilih nozzle yang tepat:

  • Nozzle terlalu kecil → oksigen tidak cukup → logam tidak terpotong bersih, banyak terak
  • Nozzle terlalu besar → konsumsi gas boros, zona panas terlalu lebar
  • Nozzle kotor atau tersumbat → nyala tidak rata → hasil potongan miring

Untuk cutting torch oxy acetylene, pastikan nozzle sesuai dengan spesifikasi stang torch yang digunakan. Pilihan cutting torch dan nozzle tersedia di Pusat Teknik.

Cara Menggunakan Cutting Torch Langkah demi Langkah

Langkah 1 Persiapan Peralatan dan APD

Sebelum menyalakan torch, pastikan semua perlengkapan keselamatan sudah terpasang:

APD wajib:

  • Kacamata las / welding goggles dengan shade 5 (minimum)
  • Sarung tangan kulit tebal
  • Apron atau pakaian kerja berbahan kulit/tahan panas
  • Sepatu safety
  • Tidak ada pakaian sintetis yang mudah terbakar

Cek peralatan:

  • Selang tidak bocor, tidak retak, tidak terlipat
  • Flashback arrestor terpasang di kedua selang
  • Sambungan fitting kencang (cek dengan air sabun, bukan api)
  • Area kerja bebas dari bahan mudah terbakar dalam radius 3 meter
  • APAR (alat pemadam api ringan) tersedia di dekat area kerja

Langkah 2 Setting Regulator Gas

Setting tekanan yang salah adalah penyebab paling umum potongan gagal dan kecelakaan. Ikuti urutan ini:

Urutan membuka gas:

  1. Buka katup tabung oksigen penuh (putar berlawanan arum jam hingga mentok)
  2. Buka katup tabung acetylene maksimal ¾ putaran jangan lebih, ini standar keselamatan
  3. Setting regulator oksigen sesuai nomor nozzle (lihat tabel di atas)
  4. Setting regulator acetylene 0,3–0,5 bar untuk kebanyakan pekerjaan

Penting: Tekanan acetylene tidak boleh melebihi 1 bar dalam kondisi apapun. Di atas 1 bar, acetylene menjadi tidak stabil dan berisiko meledak.

Langkah 3 Menyalakan Torch

Urutan menyalakan yang benar:

  1. Buka katup acetylene di stang torch sekitar ¼ putaran
  2. Nyalakan dengan lighter / flint striker jangan gunakan korek api biasa
  3. Atur katup acetylene hingga nyala tidak berasap (karbon hitam)
  4. Buka katup oksigen di stang torch perlahan hingga mendapat nyala netral

Tiga jenis nyala torch:

Jenis NyalaCiriCocok Untuk
Nyala karburasiKerucut nyala ganda, ada kabut kebiruanTidak cocok untuk cutting
Nyala netralKerucut nyala tunggal tegas, biruCutting gunakan ini
Nyala oksidasiNyala pendek, putih tajam, mendesisTidak cocok untuk cutting

Untuk cutting torch, selalu gunakan nyala netral.

Langkah 4 Teknik Pemotongan

  1. Posisikan ujung nozzle tegak lurus (90°) terhadap permukaan logam, jarak 6–10 mm dari permukaan
  2. Panaskan titik awal pemotongan hingga logam berwarna merah keputihan jangan terburu-buru
  3. Tekan tuas cutting oxygen secara penuh dan mantap
  4. Gerakkan torch perlahan sepanjang garis potong dengan kecepatan konstan

Tips kecepatan potong:

  • Terlalu lambat → terak berlebihan, zona panas melebar, boros gas
  • Terlalu cepat → potongan tidak tembus, hasil kasar
  • Kecepatan tepat → percikan terak jatuh lurus ke bawah, suara pemotongan terdengar stabil

Langkah 5 Mematikan Torch dengan Benar

Urutan mematikan yang salah bisa menyebabkan flashback. Ikuti urutan ini:

Urutan mematikan:

  1. Lepas tuas cutting oxygen
  2. Tutup katup acetylene di stang torch
  3. Tutup katup oksigen di stang torch
  4. Tutup katup tabung acetylene
  5. Tutup katup tabung oksigen
  6. Buka katup torch untuk membuang sisa tekanan di selang
  7. Putar regulator hingga kendur (spring tidak tertekan)

Tips Keselamatan Cutting Torch yang Tidak Boleh Diabaikan

Fungsi keselamatan yang wajib diterapkan:

  • Selalu pasang flashback arrestor di kedua selang bisa dibeli terpisah di alat potong gas
  • Jangan pernah menyalakan torch dengan korek api biasa gunakan friction lighter
  • Jangan tinggalkan torch menyala tanpa pengawasan
  • Jangan potong material yang sudah dicat, berlapis galvanis, atau mengandung timbal tanpa ventilasi memadai uapnya beracun
  • Posisi tabung gas harus berdiri tegak, tidak boleh rebah
  • Tabung acetylene yang rebah lebih dari 30 menit harus diberdirikan minimal 1 jam sebelum digunakan
  • Simpan tabung oksigen dan acetylene terpisah minimal 6 meter, atau dipisahkan dinding tahan api

Beli Cutting Torch di Pusat Teknik

Cutting torch, regulator oksigen & acetylene, nozzle semua ukuran, flashback arrestor tersedia lengkap di Pusat Teknik. Brand Victor, Redbo, dan San Ou, original bergaransi, pengiriman ke seluruh Indonesia.

Toko: Harco Glodok LT. GF1 Blok C No.26, Jakarta Barat. Order via halaman alat potong gas kami.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Cutting Torch

Apa perbedaan cutting torch dan blender las potong?

Keduanya merujuk alat yang sama. “Cutting torch” adalah istilah teknis internasional, sedangkan “blender potong” atau “blander potong” adalah sebutan yang umum digunakan di kalangan pekerja las dan bengkel di Indonesia. Secara fungsi dan cara kerja tidak ada bedanya keduanya menggunakan gas oksigen dan acetylene untuk memotong logam.

Berapa tekanan oksigen dan acetylene yang tepat untuk cutting torch?

Tekanan bergantung pada nomor nozzle dan ketebalan material. Secara umum, tekanan oksigen berkisar 2–9 bar dan acetylene 0,3–0,7 bar. Yang paling penting: tekanan acetylene tidak boleh melebihi 1 bar dalam kondisi apapun karena gas acetylene menjadi tidak stabil dan berbahaya di atas tekanan tersebut.

Kenapa hasil potongan cutting torch tidak rata dan banyak terak?

Ada tiga penyebab utama: nozzle terlalu kecil untuk ketebalan material, tekanan oksigen kurang, atau kecepatan gerak torch terlalu cepat. Cek juga kondisi nozzle lubang yang tersumbat karena terak menghasilkan nyala tidak merata. Bersihkan nozzle dengan tip cleaner secara berkala.

Apakah cutting torch bisa digunakan untuk memotong baja stainless dan aluminium?

Tidak. Cutting torch oxy-acetylene hanya efektif untuk baja karbon dan besi biasa. Baja stainless membentuk lapisan oksida chromium yang justru menghambat proses pemotongan. Aluminium memiliki titik leleh yang lebih rendah dari titik oksidanya sehingga meleleh sebelum terpotong. Untuk memotong stainless dan aluminium, gunakan plasma cutting atau laser cutting.

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked

Related Articles