order@pusatteknik.com
Cutting torch adalah salah satu alat potong besi paling efektif untuk pekerjaan konstruksi berat, fabrikasi logam, dan pembongkaran struktur baja. Dengan kombinasi gas oksigen dan acetylene, torch ini mampu memotong besi dan baja tebal dalam hitungan menit jauh lebih cepat dari gergaji besi manual maupun gerinda. Tapi di balik kemampuannya yang luar biasa, cutting torch juga menyimpan risiko serius jika dioperasikan tanpa pengetahuan yang benar.
Banyak kecelakaan kerja terjadi bukan karena alatnya rusak, tapi karena operator tidak memahami cara setting tekanan gas yang tepat, salah memilih ukuran nozzle, atau melewatkan prosedur keselamatan dasar. Flashback kondisi di mana nyala api masuk ke dalam selang gas adalah salah satu bahaya paling mematikan yang bisa dicegah hanya dengan langkah pengoperasian yang benar.
Panduan ini membahas cara menggunakan cutting torch langkah demi langkah, mulai dari persiapan peralatan, setting regulator, pemilihan nozzle, teknik pemotongan, hingga prosedur shutdown yang aman. Untuk cutting torch, regulator, nozzle, dan perlengkapan jual alat las lainnya, Pusat Teknik menyediakan stok lengkap dari brand terpercaya.
Cutting torch atau blender potong adalah alat pemotong logam yang bekerja dengan prinsip oxy-fuel combustion pembakaran logam menggunakan panas dari nyala gas campuran oksigen dan bahan bakar (umumnya acetylene), lalu logam yang sudah memerah ditiup dengan jet oksigen bertekanan tinggi hingga terpotong.
Berbeda dari las yang menyambung logam, cutting torch justru memotong dengan cara mengoksidasi (membakar) logam secara cepat dan terkontrol. Prosesnya:
Prinsip ini membuat cutting torch sangat efektif untuk alat potong besi dan baja karbon, tapi tidak bekerja pada aluminium, baja stainless, atau tembaga karena material tersebut tidak teroksidasi dengan cara yang sama.
Sebelum mengoperasikan, kenali dulu komponen utama cutting torch oxy acetylene:
| Komponen | Fungsi |
| Stang torch (handle) | Pegangan utama, tempat katup oksigen dan bahan bakar |
| Mixing chamber | Ruang pencampuran gas oksigen + acetylene sebelum terbakar |
| Cutting nozzle / tip | Ujung torch, menentukan ukuran nyala dan kemampuan potong |
| Preheat holes | Lubang kecil di sekeliling nozzle untuk nyala pemanasan |
| Cutting oxygen orifice | Lubang tengah nozzle untuk jet oksigen cutting |
| Tuas cutting oxygen | Tuas/lever untuk membuka aliran oksigen cutting |
| Regulator oksigen | Mengatur tekanan oksigen dari tabung ke torch |
| Regulator acetylene | Mengatur tekanan acetylene dari tabung ke torch |
| Flashback arrestor | Katup pengaman mencegah api masuk ke selang |
Catatan penting: Flashback arrestor wajib terpasang di kedua selang (oksigen dan acetylene). Ini bukan aksesori opsional ini perangkat keselamatan wajib.
Pemilihan nozzle yang tepat adalah kunci hasil potongan yang bersih dan efisien. Ukuran nozzle ditentukan oleh ketebalan material yang dipotong:
| Nomor Nozzle | Ketebalan Material | Tekanan O₂ (bar) | Tekanan C₂H₂ (bar) |
| No. 1 | 3 – 12 mm | 2,0 – 3,0 | 0,3 – 0,5 |
| No. 2 | 12 – 25 mm | 3,0 – 4,0 | 0,3 – 0,5 |
| No. 3 | 25 – 50 mm | 4,0 – 5,5 | 0,4 – 0,6 |
| No. 4 | 50 – 100 mm | 5,5 – 7,0 | 0,4 – 0,6 |
| No. 5 | 100 – 150 mm | 7,0 – 9,0 | 0,5 – 0,7 |
Fungsi memilih nozzle yang tepat:
Untuk cutting torch oxy acetylene, pastikan nozzle sesuai dengan spesifikasi stang torch yang digunakan. Pilihan cutting torch dan nozzle tersedia di Pusat Teknik.
Sebelum menyalakan torch, pastikan semua perlengkapan keselamatan sudah terpasang:
APD wajib:
Cek peralatan:
Setting tekanan yang salah adalah penyebab paling umum potongan gagal dan kecelakaan. Ikuti urutan ini:
Urutan membuka gas:
Penting: Tekanan acetylene tidak boleh melebihi 1 bar dalam kondisi apapun. Di atas 1 bar, acetylene menjadi tidak stabil dan berisiko meledak.
Urutan menyalakan yang benar:
Tiga jenis nyala torch:
| Jenis Nyala | Ciri | Cocok Untuk |
| Nyala karburasi | Kerucut nyala ganda, ada kabut kebiruan | Tidak cocok untuk cutting |
| Nyala netral | Kerucut nyala tunggal tegas, biru | Cutting gunakan ini |
| Nyala oksidasi | Nyala pendek, putih tajam, mendesis | Tidak cocok untuk cutting |
Untuk cutting torch, selalu gunakan nyala netral.
Tips kecepatan potong:
Urutan mematikan yang salah bisa menyebabkan flashback. Ikuti urutan ini:
Urutan mematikan:
Fungsi keselamatan yang wajib diterapkan:

Cutting torch, regulator oksigen & acetylene, nozzle semua ukuran, flashback arrestor tersedia lengkap di Pusat Teknik. Brand Victor, Redbo, dan San Ou, original bergaransi, pengiriman ke seluruh Indonesia.
Toko: Harco Glodok LT. GF1 Blok C No.26, Jakarta Barat. Order via halaman alat potong gas kami.
Keduanya merujuk alat yang sama. “Cutting torch” adalah istilah teknis internasional, sedangkan “blender potong” atau “blander potong” adalah sebutan yang umum digunakan di kalangan pekerja las dan bengkel di Indonesia. Secara fungsi dan cara kerja tidak ada bedanya keduanya menggunakan gas oksigen dan acetylene untuk memotong logam.
Tekanan bergantung pada nomor nozzle dan ketebalan material. Secara umum, tekanan oksigen berkisar 2–9 bar dan acetylene 0,3–0,7 bar. Yang paling penting: tekanan acetylene tidak boleh melebihi 1 bar dalam kondisi apapun karena gas acetylene menjadi tidak stabil dan berbahaya di atas tekanan tersebut.
Ada tiga penyebab utama: nozzle terlalu kecil untuk ketebalan material, tekanan oksigen kurang, atau kecepatan gerak torch terlalu cepat. Cek juga kondisi nozzle lubang yang tersumbat karena terak menghasilkan nyala tidak merata. Bersihkan nozzle dengan tip cleaner secara berkala.
Tidak. Cutting torch oxy-acetylene hanya efektif untuk baja karbon dan besi biasa. Baja stainless membentuk lapisan oksida chromium yang justru menghambat proses pemotongan. Aluminium memiliki titik leleh yang lebih rendah dari titik oksidanya sehingga meleleh sebelum terpotong. Untuk memotong stainless dan aluminium, gunakan plasma cutting atau laser cutting.